Jika anda bergelut dalam dunia konstruksi dan arsitektur anda pasti tidak akan asing dengan istilah bronjong. Ya, bronjong sendiri diartikan sebagai konstruksi awal dari sebuah tanggul atau bangunan.

Biasanya bronjong digunakan untuk memperkuat tanah ketika seseorang membuat konstruksi di tepi sungai, tanggul atau wilayah wilayah yang rawan longsor.

Dengan kawat bronjong konsturksi diharapkan menjadi lebih kuat dan kokoh, tidak tergerus dengan pergerakan tanah di sekitarnya.

Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang bronjong. Dalam artikel ini kita akan banyak membahas tentang seluk beluk dari kawat bronjong ini. Mari kita simak bersama.

Apa Itu Bronjong?

Secara sederhana, bronjong diartikan sebagai anyaman besi atau kawat baja yang dilapisi galvanis ataupun seng. Anyaman ini biasanya berbentuk balok atau kotak dan saling menyambung antara satu bagian dengan bagian lainnya.

Pada bagian dalam bronjong, biasanya akan diisi oleh batu-batu berukuran besar untuk memperkuat bangunan agar bisa mencegah pergeseran tanah.

Bronjong biasanya digunakan pada pekerjaan konstuksi di daerah yang rawan dengan pergerakan tanah, seperti misalnya sungai, tebing ataupun tanggul dan bendungan.

Nah, kawat bronjong sendiri dibuat dengan mesin khusus menggunakan teknik lilitan berbentuk segi enam. Pembuatan bronjong ada juga yang dilakukan secara manual, namun biasanya terbatas pada kawat-kawat yang berukuran kecil.

Fungsi Bronjong

Fungsi dari bronjong adalah untuk memperkuat stuktur tanah di area konstruksi agar bebas dari erosi ataupun pergerakan tanah, utamanya di daerah sekitar tebing, tepi sungai, bendungan ataupun tanggul.

Bagaimanapun, pembangunan di tempat tempat seperti itu membutuhkan penahan yang kuat karena biasanya rawan terjadi pengikisan tanan oleh air ataupun rawan terjadinya longsor.

Keunggulan Menggunakan Kawat Bronjong

Penggunaan kawat bronjong pada area konstruksi memiliki kelebihan dibandingkan misalnya dengan menggunakan beton atau jenis konstruksi penahan lainnya.

Ini dikarenakan kawat bronjong memiliki sifat fleksibel dan dapat mengikuti pergerakan tanah di sekitarnya tanpa membuat kerusakan pada konstuksi dasar bangunan. Bentuk kawat bronjong yang elastis juga memungkinkan untuk dibuat dalam berbagai bentuk mengikuti bentuk dari konstuksi.

Selain itu, tumpukan batu yang ada di bagian dalam kawat bronjong juga membuat air dapat mengalir di antara sela sela batu tersebut sehingga tekanan menjadi berkurang dan tidak menyebabkan kelongsoran pada konsturksi yang diakibatkan oleh tekanan air.

Keunggulan kawat bronjong yang terakhir adalah harga kawat bronjong yang murah dibandingkan penahan konsturksi jenis lain. Harga kawat bronjong yang ekonomis ini salah satunya disebabkan oleh kawat bronjong yang ringan sehingga lebih murah dalam biaya pengiriman.

Begitupun dengan bebatuan yang digunakan untuk mengisi kawat bronjong, semua itu dapat dicari dengan mudah di daerah-daerah sekitar yang dekat tanpa harus memesan dari kota-kota yang berjauhan dengan lokasi pembangunan konstruksi.

Kekurangan Kawat Bronjong

Jika anda berbicara tentang kelebihan tentu saja anda harus berbicara tentang kekurangan. Begitupun dengan kawat bronjong yang memiliki kekurangan.

Salah satu kekurangan dalam penggunaan kawat bronjong adalah tidak cocok jika digunakan pada area yang memiliki kadar asam atau garam yang tinggi seperti misalnya di tepian laut. Ini dikarenakan kawat yang terbuat dari baja yang dilapisi galvanis biasanya akan terkikis oleh air dengan kadar asam atau garam tinggi.

Selain itu, bronjong juga harus ditanam di area yang cukup lebar. Jika dipasang diarea kecil biasanya hasilnya kurang maksimal dan tidak kuat menahan pergerakan tanah yang menyebabkan kelongsoran.