Bagi banyak dari kita, memiliki akses harian yang konsisten ke makanan bergizi adalah hal yang diberikan dan bukan sesuatu yang kita pikir bisa diambil.

Namun, bagi miliaran orang yang tinggal di seluruh dunia, ketahanan pangan terus luput dari mereka karena masalah politik, ekonomi, ekologi, dan lainnya. Kami sebagai Muslim memiliki tugas khusus untuk memberi makan yang membutuhkan di dunia. Dengan tingkat kerawanan pangan yang tumbuh setiap tahun, mewujudkan tugas ini dengan tindakan kita menjadi semakin penting. Berkontribusi pada ketahanan pangan global sangat penting.

Tumbuh kebutuhan global

Saat ini, tingkat kerawanan pangan global berada pada level tertinggi dalam sejarah dunia.

Hampir 2 miliar orang, atau sekitar satu dari setiap empat orang di dunia, tidak memiliki akses yang cukup ke makanan bergizi. Dari 2 miliar ini, 800 juta (atau satu dari setiap sembilan di dunia) mengalami kelaparan parah dan kerawanan pangan.

Angka ini juga telah dipengaruhi secara signifikan oleh pandemi yang sedang berlangsung, di mana satu dari setiap empat rumah tangga AS kekurangan ketahanan pangan dan lebih dari 25 juta orang yang tinggal di Afrika Timur mengalami kelaparan parah pada tahun 2020.

Kita sebagai Muslim tidak dapat mengabaikan masalah ketahanan pangan yang berkembang yang mempengaruhi kehidupan begitu banyak orang di seluruh dunia. Pemahaman ini tidak hanya berakar pada kepedulian bersama terhadap kemanusiaan, tetapi juga pada inti iman kita.

Pentingnya dalam Tradisi Islam

“(Orang-orang saleh adalah mereka) yang memberi makan orang miskin, anak yatim dan tawanan karena cinta Allah, dengan mengatakan: ‘Kami memberi makan kamu karena Allah saja; kami tidak mencari pahala dan ucapan terima kasih darimu’” (Quran 76:8-9).

Baik Quran maupun hadits berulang kali menganjurkan memberi makan orang miskin, terutama mereka yang yatim piatu, janda atau yang menjadi pengungsi. Memang, praktik tahunan memberi Qurban, atau daging dari ritual pengorbanan ternak, berpusat pada gagasan memberikan makanan terbaik bagi mereka yang membutuhkan.

Nabi sendiri, saw, menempatkan memberi makan orang miskin di antara perbuatan utama yang harus dilakukan Muslim secara teratur:

Abdullah ibn ‘Amr melaporkan, “Seorang pria bertanya kepada Nabi (saw), ‘Aspek Islam mana yang terbaik?’ Dia berkata, ‘Beri makan orang dan beri salam kepada mereka yang Anda kenal dan mereka yang tidak Anda kenal’” (Bukhari).

Menyediakan yang membutuhkan dengan sumber ketahanan pangan yang konsisten memberi mereka kesehatan dan energi yang mereka butuhkan untuk mempertahankan kehidupan sehari-hari mereka dan terus membangun masa depan yang lebih baik. Terserah kita sebagai Muslim untuk mengikuti teladan Nabi, saw, dan memperlakukan tugas ini dengan serius.

Alamat beberapa area kebutuhan

Ketika Anda berkontribusi pada program ketahanan pangan global Zakat Foundation of America, Anda membantu mengatasi masalah ketahanan pangan di tiga kategori utama:

1. Ketersediaan Makanan: Memiliki persediaan makanan yang cukup setiap hari.

2. Akses Pangan: Memiliki sumber daya untuk mendapatkan makanan yang sesuai untuk diet bergizi.

3. Pemanfaatan Pangan: Mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Melalui donasi Anda, mereka yang kurang ketahanan pangan akan diajari untuk menyiapkan makanan dengan benar, mempraktikkan kebersihan makanan, mengonsumsi makanan dengan pemahaman dasar gizi, dan diberikan akses air bersih dan sanitasi yang aman.

Program ketahanan pangan global kami yang berkembang sekarang memberi makan 10 juta makanan per tahun kepada mereka yang lapar, kurang gizi, dan kurang gizi, termasuk 10 juta pon daging di 44 negara.

Beri makan orang miskin di dunia bersama kami.