Indonesia Target Jadi Pusat : Tren fashion busana muslim di Indonesia terus berkembang. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mencanangkan Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia. Ini melihat potensi besar mulai dari sumber daya manusia, pasar hingga perancang busana berkualitas.

Indonesia Target Jadi Pusat Saat ini, Indonesia menjadi negara ketiga konsumen busana muslim terbesar setelah Turki dan Uni Emirat Arab (UEA).
Berdasarkan The State Global Islamic Economy, konsumsi busana muslim di Indonesia berada di angka 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dengan laju pertumbuhan 18,2 persen per tahun. Tingginya potensi pasar busana muslim telah dibacakan pelaku industri kreatif fashion di dalam negeri.

Ini menjadi pelaku pelaku industri kreatif dan fashion muslim di Indonesia mengembangkan sayap. Prestasi membanggakan terus diukir para desainer fashion muslim Indonesia. Kemenparekraf mencatat beberapa nama yang telah dikenal hingga mancanegara, antara lain Ria Miranda, Dian Pelangi, Jenahara Nasution dan SiSeSa. Saat ini, SiSeSa telah memiliki 17 butik busana muslim syar’i di sejumlah kota. Terbaru mereka mengembangkan jaringan di Cirebon, Jawa Barat.

Fashion Indonesia ini menampilkan mini fashion show 35 koleksi busana syar’i Indonesia. “Kami menampilkan peragaan busana mini. Dress dengan potongan potongan longgar dipadupadankan dengan khimar ciri khas SiSeSa. Tidak hanya dress dan khimar, kami juga menyediakan berbagai aksesoris pendamping, seperti tas, scarf, sunglasses, jam tangan, dan bros untuk memperlengkap pilihan busana syar’i,” ujar Head of Finance and Marcomm SiSeSa, Senaz Nasansia dalam keterangan persnya Selasa (21 /3/2022). Fashion yang diinisiasi Siriz Tentani, Senaz Nasansia, dan Sansa Enandera pada 2011 ini turut memperkenalkan busana muslim Indonesia di mata dunia dengan mengikuti fashion show besar di dalam dan luar negeri. Bahkan, mereka menjadi co-branding partner busana muslim Indonesia dengan Swarovski Austria.