Cara Membuat Blog Dengan Mudah :  Selamat datang, calon blogger!

Saya akan memberitahu anda 2 fakta sebelum memulai:

Kalau cuma membuat blog, caranya sangat mudah.Tapi supaya blognya sukses, tidak mudah. Anda mungkin tertarik untuk menjadi blogger setelah berkunjung ke beberapa situs blogg besar di Indonesia, kemudian kagum dengan mereka.

Atau karena mendengar bahwa blog bisa menghasilkan uang.

Yang manapun alasannya, ini panduan yang tepat buat anda.

Saya tidak hanya akan mengajari anda cara membuat akun baru di Blogger/Blogspot dan cara instalasi WordPress.

Kalau cuma itu sih 5 menit juga selesai.

Saya akan mengajari anda yang lebih penting lagi yaitu cara membuat blog yang berpeluang tinggi untuk sukses.

Setelah selesai membaca artikel ini, anda akan bisa menciptakan blog yang keren, yang menarik, yang tidak kalah dengan milik para blogger terbaik di Indonesia.

Silahkan ambil segelas teh atau kopi, kita akan segera mulai.

sebelum kita mulai, satu hal lagi:
Hampir semua blogger baru pada akhirnya gagal setelah 1-3 bulan pertama…hanya sedikit yang bisa sukses.

Kenapa bisa begitu?

Karena mereka membuat blog secara asal-asalan.

Gara-garanya: topiknya campur-aduk, kontennya tidak berkualitas, promosinya tidak jelas. Pokoknya serba berantakan. Lalu karena blognya sepi terus, akhirnya mereka bosan. Ini bukan mau menakut-nakuti tapi ini benar-benar sering terjadi. Perencanaan blog itu luar biasa pentingnya, supaya anda tidak buang-buang waktu, uang, dan tenaga.

Maka dari itu, sebelum kita masuk ke cara membuat blognya, kita akan bahas dulu persiapannya.

1. Tentukan topik utama blog

Anda mungkin akan berpikir tahap ini sepele… cuma milih topik. Padahal kenyataannya tahap ini yang paling penting dalam persiapan.

Mari saya beritahu 1 fakta:

Setiap hari ada 2,73 Juta konten baru yang diterbitkan blog dari seluruh dunia.

Lebih dari 70% dari blog-blog tersebut hanya mendapatkan kurang dari 5.000 pengunjung per bulan, atau sekitar 150 per hari.

Miris kan?

Kira-kira apa penyebabnya?

Ini akarnya:

  • Topik blognya tidak jelas, berantakan
  • Topiknya tidak menarik bagi banyak orang
  • Topik yang dipilih tidak mereka kuasai/minati sehingga isi blognya juga jadi tidak berkualitas

Begini, Andaikan anda hanya sempat membaca 5 website per hari.

Apakah anda akan membuka website yang isinya berkualitas, menarik, dan bermanfaat bagi anda…atau website yang cuma berisi artikel asal tulis?

Pasti yang pertama. Ya kan?

Jadi anda HARUS bisa membuat konten blog yang lebih bagus daripada blog-blog lainnya.

Itu kuncinya.

Nah, untuk bisa membuat konten yang bagus, maka anda wajib memilih topik yang anda minati/kuasai dan dianggap menarik oleh banyak orang.

Kalau anda memilih topik yang tidak anda mengerti, akibatnya:

  1. Membuat konten rasanya jadi berat
  2. Konten yang sudah dibuat jadi tidak berkualitas
  3. Anda akan cepat bosan
  4. Coba saja kita gunakan logika. Kalau kita tidak tertarik dan tidak tahu apa-apa tentang suatu topik, apa mungkin kita bisa mengajarkan topik tersebut kepada orang lain dan membuat mereka tertarik?

Sangat sulit apalagi bagi pemula.

Topik mana yang bisa menghasilkan uang?

Berdasarkan survey yang saya lakukan beberapa waktu lalu, sebagian besar dari pembaca artikel ini ternyata ingin mendapatkan penghasilan dari blog.

Betul, blog memang bisa menjadi sumber penghasilan.

Tapi ada 1 mitos legendaris yang menyatakan bahwa hanya blog dalam topik tertentu yang bisa mendapatkan penghasilan.

Itu salah besar.

Semua topik bisa menghasilkan.

Asalkan konten yang anda buat mampu menarik minat banyak orang. Topik apapun bisa dibuat menjadi blog untuk berpenghasilan. Bahkan blog yang isinya lucu-lucuan.

Ini cerita dari pengalaman pribadi:

7-8 tahun yang lalu saya mencoba membuat blog dalam topik tax (perpajakan), karena katanya topik ini bisa mendapatkan banyak uang dari iklan.

Padahal saya sama sekali tidak tertarik dengan pajak.

Akibatnya…konten yang saya buat kualitasnya sangat rendah. Setiap kali menulis konten, rasanya stress. Akhirnya blog terbengkalai tanpa mendapatkan pengunjung sama sekali.

Jadi, jangan pilih topik yang tidak menarik bagi anda.

2. Pilih platform blog yang tepat untuk anda

Salah satu proses terberat dalam memulai blog sudah kita lewati.

Sekarang kita masuk ke yang lebih mudah.

Teknologi jaman sekarang sudah canggih. Dengan menggunakan platform blogging, anda bisa menulis di blog seperti menulis di Microsoft Word.

Ini 3 pilihan yang paling populer:

  • Blogspot — hosted
  • WordPress.com — hosted
  • WordPress.org — self-hosted

Masih ada puluhan platform blogging lainnya, tapi saya tidak akan mempersulit pilihan anda dengan membahas yang kurang populer.

Perhatikan 2 istilah ini: hosted dan self-hosted.

Apaan tuh?

Hosted berarti blog anda ‘menumpang’ di website mereka. Jadi anda tidak akan punya website murni milik sendiri, dan alamat blog anda seperti ini: blogsaya.blogspot.com

Self-hosted kebalikannya.

Anda membuat website sendiri dengan platform bernama WordPress. Website tersebut akan 100% jadi milik anda, tetapi anda harus membayar untuk nama domain dan hostingnya.

Kalau kita ibaratkan, seperti rumah dan apartemen

ini kelemahan dan kelebihan dari masing-masing jenis platform:

Pilih platform hosted (WordPress.com atau Blogger) kalau anda:

  1. Sama sekali tidak ingin keluar biaya (meskipun tidak banyak)
  2. Rela dengan fitur yang terbatas
  3. Rela dengan tampilan yang juga terbatas
  4. Rela nama website anda menjadi seperti ini: namawebsite.blogspot.com
  5. Rela website anda dihapus sewaktu-waktu (kalau anda melanggar aturan)

Sebaliknya, pilih platform self-hosted (WordPress.org) kalau anda:

  • Punya modal sekitar Rp 300ribu per tahun (untuk domain dan hosting)
  • Ingin punya website yang 100% milik anda
  • Ingin bisa mengubah tampilan dengan leluasa
  • Ingin bisa menambahkan fitur-fitur apapun yang anda butuhkan
  • Ingin membuat blog yang terlihat lebih kredibel

Itu hanya sekilas saja.

Untuk membaca perbandingan lengkap serta mitos-mitosnya, klik di sini.

Karena sangat fleksibel, WordPress self-hosted juga sering digunakan untuk fungsi yang lebih daripada sekedar blog.

Misalnya berjualan online, website bisnis, komunitas, dan lain-lain.

Saya pribadi selalu menyarankan supaya orang yang serius blogging untuk menggunakan self-hosted dari WordPress.org, karena akan lebih bagus dalam jangka panjang.

Tapi kalau modal anda benar-benar 0, tidak masalah.

Meskipun sedikit lebih repot, ketika blog anda sudah sukses anda bisa pindah dari hosted ke self-hosted. Banyak yang melakukan seperti ini, jadi anda bisa tetap mulai dari hosted.

3. Tentukan penyedia layanan hosting dan domain

Buat anda yang belum pernah dengar istilah ini:

Domain: nama/alamat website anda. Blog ini domain-nya PanduanIM.com. Hosting: tempatnya file-file blog anda disimpan. Seperti harddisk kalau di komputer.

Pengertian aslinya lebih kompleks, tapi jangan ambil pusing.

Keduanya menggunakan sistem sewa. Artinya anda perlu membayar setiap bulan/tahun ketika anda menyewa domain dan hosting. Tidak ada pilihan bayar sekali untuk seumur hidup.

Peranannya vital untuk blog.

Tentunya anda tidak ingin blog yang anda buat sering mengalami masalah seperti mati mendadak, atau tidak bisa diakses secara tiba-tiba.

Jadi, pilih penyedia domain dan hosting yang terpercaya.

Ini beberapa layanan domain dan hosting internasional yang biasanya direkomendasikan untuk pemula:

  • Domain: NameCheap
  • Hosting internasional: BlueHost atau HostGator
  • Hosting Indonesia: Niagahoster (gratis domain)

Kalau anda membuat blog berbahasa Inggris, gunakan hosting internasional. Sedangkan untuk Indonesia gunakan hosting Indonesia.

4. Tentukan nama domain
Nama domain akan selalu melekat pada blog anda.

Meskipun masih bisa diganti, tetapi bakal repot dan kalau salah bisa fatal akibatnya. Maka dari itu sebaiknya tentukan matang-matang nama domain di awal.

Ini 7 hal yang harus anda perhatikan:

  1. Sesuaikan dengan topik blognya
  2. Hindari nama yang mirip dengan website populer
  3. Mudah ditulis, diingat, dan diucapkan
  4. Sebisa mungkin gunakan .com
  5. Hindari tanda strip/minus (-) dan angka
  6. Jangan gunakan merek milik orang lain
  7. ketersediaan username-nya di jejaring sosial

Beberapa orang mungkin tidak akan setuju dengan saya pada poin ke-4, karena sebetulnya ada ekstensi lain selain .com yang juga bagus.

Misalnya .org, .net, .co, .id, dsb.

Tapi alasan saya memilih .com karena merupakan yang paling diingat.

Saya punya blog dengan akhiran .co, .net, dan .org, tapi kenyataannya banyak juga orang yang salah ketik…yang mereka masukkan justru .com.

Jadi dahulukan .com, gunakan yang lain sebagai opsi terakhir.

Oh ya, hindari tanda strip (-) dan angka di domain karena orang-orang akan menganggap keduanya sebagai blog spam. KECUALI apabila memang brand anda menggunakan salah satunya.

5. Instalasi blog self-hosted dengan platform WordPress

Sekarang kita masuk langkah-langkah membuat blog.

Dalam artikel ini saya akan menggunakan NameCheap, HostGator, dan WordPress (self-hosted) sebagai contoh. Anda bisa menggunakan layanan hosting dan domain lain karena tidak jauh berbeda.

Membuat blog yang hosted tidak perlu saya jelaskan lagi karena anda hanya tinggal mengikuti panduan yang sudah langsung ada di websitenya:

  • Blogspot — (panduan resmi, B. Inggris)
  • WordPress.com — (panduan resmi, B. Inggris)

6. Memahami WordPress setelah instalasi

Setelah proses instalasi di atas, anda mungkin akan merasa bingung harus menuju kemana untuk menerbitkan konten baru.

Ini beberapa petunjuk untuk mempelajari WordPress.

a. Masuk ke dashboard WordPress

Dashboard adalah tempat dimana seorang admin mengelola blog WordPress-nya.

Masukkan username dan password yang sudah anda daftarkan tadi.

Di Dashboard ini anda bisa mengubah pengaturan blog, mengganti tampilan, menambah plugin, melakukan moderasi komentar, dan lain-lain.

b. Mengganti nama blog, bahasa, & pengaturan lain

Untuk mengganti nama dan tagline blog, anda bisa menuju ke Settings > General.

Pengaturan lainnya seperti permalink dan jumlah post di homepage dapat juga anda temukan di Settings.

c. Mengubah theme WordPress

Pemilik blog baru biasanya ingin langsung mengubah tampilan blognya supaya sesuai selera. Untungnya, WordPress punya ribuan theme siap pakai.

Lokasinya di Appearance > Themes.

Untuk menambah theme baru, klik tombol Add New di atas. Kemudian untuk mengupload theme baru, klik Upload Theme

d. Menambah plugin WordPress

Plugin adalah salah satu alasan kita memilih WordPress.

Dengan bantuan plugin, anda bisa menambah fitur-fitur sesuai yang anda inginkan tanpa perlu paham programming.

Untuk melihat plugin yang sudah terinstall, klik Plugins > Installed Plugins. Sementara untuk menambah plugin baru klik Plugins > Add New.

Kalau anda ingin meng-upload plugin, klik Upload Plugin.

Beberapa plugin yang sebaiknya anda install dan aktifkan:

  1. Yoast SEO: mempermudah urusan SEO
  2. UpdraftPlus: mem-backup data blog anda secara otomatis
  3. Akismet: filter komentar spam
  4. iThemes Security: meningkatkan keamanan

Sisanya sesuai kebutuhan.

Anda bisa langsung mencari dan menginstall plugin-plugin tersebut dari dashboard WordPress.

e. Membuat post baru

Sekarang saatnya membuat konten untuk blog anda.

Pertama-tama silahkan menuju Posts > All Posts dari sidebar sebelah kiri.

Anda akan menemukan post berjudul “Hello World!”, hapus post tersebut karena hanya sebagai contoh.

Kemudian klik tombol Add New di atas untuk membuat artikel baru.

Selesai! Apa selanjutnya?

Selamat, anda sudah berhasil membuat blog dengan WordPress (atau platform lainnya). Sampai di titik ini anda sudah tahu cara:

  • Menentukan topik utama blog
  • Menentukan platform blogging yang tepat
  • Memilih penyedia layanan domain & hosting
  • Memilih nama domain
  • Melakukan instalasi blog
  • Mengatur WordPress agar sesuai selera
  • Menerbitkan konten baru untuk blog

Tapi perjalanan anda belum selesai.

Justru sebetulnya kita baru akan mulai!

Selanjutnya kita belajar bagaimana supaya blog anda bisa jadi sukses.

Materinya ada banyak, tapi jangan khawatir. Kalau anda tidak sempat membaca semuanya sekarang, silahkan bookmark halaman ini dan kembali lain kali.