Bahaya Vape yang Timbul Jika Anda Menghisapnya Setiap Hari! : Banyak kalangan muda yang dewasa ini mulai beralih dari menggunakan rokok konvensional menjadi rokok elektrik atau biasa dikenal dengan vape.

Peralihan dari rokok biasa ke rokok elektrik oleh banyak orang tersebut bukan tanpa alasan. Tak sedikit perokok elektrik yang beranggapan bahwa vape jauh lebih aman dan tidak membahayakan dibanding rokok pada umumnya.

Anggapan tersebut muncul karena vape dirasa lebih ringan saat dihisap ketimbang rokok biasa. Oleh sebab itu, banyak yang berkilah bahwa ‘nge-vape’ dapat menjadi alternatif agar penggunaan rokok tembakau semakin berkurang. Ada juga yang beralasan bahwa vape mampu membuat seseorang berhenti melakukan kebiasaan yang tidak menyehatkan tersebut.

Padahal, vape juga memiliki zat adiktif yang ada pada rokok tembakau, yaitu nikotin. Ditambah mulai maraknya tren vape di Indonesia yang mulai membuat banyak perokok biasa yang beralih menjadi perokok elektrik. Alhasil, jumlah perokok vape saat ini semakin bertambah dan kebiasaan merokok tidak berkurang secara signifikan.

Contoh tersebut merupakan salah satu bahaya vape yang bisa didapatkan oleh penggunanya. Ada beragam bahaya vape lainnya yang tak kalah mengerikannya dengan rokok biasa atau tembakau. Tak perlu panjang lebar lagi, berikut ulasannya.

Mengenal Perbedaan Vape dengan Rokok Tembakau

Sebelum membahas mengenai bahaya dari rokok elektrik atau vape, akan menjadi lebih baik jika mengetahui cara kerja alat hisapnya terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya, rokok elektrik atau vape adalah penghantar nikotin menggunakan rancangan elektronik dan listrik. Pembuatan vape ini bertujuan untuk membantu para pecandu rokok tembakau untuk lambat laun menghentikan kebiasaan tersebut dengan beralih ke rokok elektrik tersebut.

Rokok elektrik memiliki banyak jenis, mulai dari bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Namun, di balik jenisnya yang bervariasi, vape memiliki tiga komponen penting yang harus ada dalam alat tersebut, yaitu baterai, cartridge, dan elemen pemanas. Tanpa adanya salah satu dari ketiga komponen tersebut, vape tidak akan bisa mengeluarkan uap air yang menyerupai asap seperti halnya dari pembakaran di rokok tembakau.

Ya, rokok elektrik tidak memproduksi asap saat dihirup oleh penggunanya. Melainkan, hasil pembakaran dari elemen panas akan memunculkan uap air yang jika sekilas dilihat tidak berbeda dengan asap rokok tembakau. Barangkali, inilah yang membuat rokok elektrik dirasa lebih ringan jika dibandingkan dengan rokok konvensional meski sama-sama mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Bagi orang yang pernah menggunakan atau menghirup uapnya pasti juga menyadari bahwa aromanya unik. Bahkan, tak jarang asap dari rokok elektrik tersebut berbau seperti aroma buah atau coklat sehingga tidak terlalu mengganggu seperti asap rokok pada umumnya.

Hal itu disebabkan cartridge atau tabung liquid vape dapat diisi dengan penambah rasa, selain sebelumnya telah terkandung nikotin dan gliserin atau propilen glikol. Baterai serta cartridge di hampir semua rokok elektrik keluaran terbaru juga dapat diisi ulang maupun diganti sehingga penggunanya bisa memasang penambah rasa yang baru.

Zat yang Terkandung Pada Vape

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, vape memiliki beberapa kandungan, yaitu:

Propilen Glikol
Untuk gliserin atau propilen glikol, fungsinya adalah untuk menghasilkan uap air yang menyerupai asap. Efek dari terlalu menghirup gliserin ini adalah, menurut beberapa penelitian, dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan. Beberapa individu pun memiliki daya tahan yang berbeda terhadap potensi iritasi dari propilen glikol ini.

Nikotin
Nikotin sudah banyak diketahui memiliki efek adiktif bagi penggunanya. Kandungan nikotin dalam rokok elektrik juga tidak sama. Namun, yang pasti, kandungan nikotin berada dalam kisaran 0 sampai 100 mg dalam satu produk vape.

Penambah Rasa
Kandungan yang ketiga, memiliki peran sebagai pemberi sensasi rasa saat pengguna vape menghisap uap air. Biasanya, rasa yang ditawarkan adalah coklat dan buah-buahan. Tentunya, penambah rasa inilah yang membuat vape banyak digandrungi oleh kawula muda masa kini.

Tobacco-Specific Nitrosamine (TSNA)
Terakhir, selain ketiga kandungan tersebut, vape juga mengandung komponen TSNA. TSNA adalah senyawa yang dapat menyebabkan kanker atau karsinogen yang biasa ditemukan pada produk rokok tembakau. Meski tak terlalu banyak, liquid vape pasti memiliki nitrosamine ini, dan semakin besar kandungan nikotin, semakin tinggi pula kadar TSNAnya.

Bahaya Vape Dibanding Rokok Tembakau

Umum diketahui jika bahaya utama yang disebabkan oleh rokok biasa adalah asap dari pembakaran tembakau. Hal inilah yang membuat banyak orang berprasangka jika rokok elektrik lebih baik ketimbang rokok tembakau karena tidak adanya proses pembakaran ini dan hanya memproduksi uap air.

1. Mudah Marah Hingga Cemas

Akan tetapi, rokok tembakau dan vape keduanya masih mengandung nikotin yang menyebabkan efek adiktif kepada para pemakainya. Dampak dari zat adiktif tersebut adalah rasa gampang marah, gelisah, depresi, hingga cemas saat berhenti menghisap rokok elektrik maupun tembakau. Efek dari nikotin ini tentu dapat berakibat fatal bagi pengguna yang memiliki penyakit jantung.

Karenanya, pengguna vape maupun rokok biasa tetap saja akan sulit menghilangkan kebiasaan tersebut. Hal ini tentu bertolak belakang dengan tujuan awal pembuatan rokok elektrik ini yakni untuk mengurangi candu untuk merokok dan mengurangi jumlah perokok aktif.

2. Terganggunya Fungsi Otak

Ada pula bahaya nikotin saat terhisap ke dalam tubuh adalah potensi terganggunya perkembangan dan fungsi kerja otak, terlebih kepada pengguna yang masih berusia muda. Jumlah nikotin yang terlalu banyak terserap oleh tubuh juga akan menimbulkan banyak efek negatif terhadap kesehatan tubuh.

3.Mengganggu Kesehatan Ibu dan Janin

Selain itu, pada ibu hamil, nikotin dapat mengganggu kesehatannya dan juga janin yang dikandungnya. Zat kimia dari produksi uap air pada vape juga berisiko merusak kesehatan serta menjadi sumber polusi udara. Belum berhenti sampai di situ, uap yang dihasilkan vape juga memiliki kadar bahan kimia seperti logam, nitrosamin, dan senyawa organik.

4.Keracunan

Terdiri dari penambah rasa, cairan di dalam komponen tersebut dapat menyebabkan keracunan saat tak sengaja tertelan oleh manusia. Menghirup atau sekedar menyentuh liquid vape juga dapat menjadi racun saat terserap melalui permukaan kulit maupun mata. Jadi, dibandingkan dengan rokok biasa, vape juga memiliki potensi cukup tinggi untuk merusak kondisi kesehatan pengguna ataupun orang sekitar.

5.Bisa Terbakar, Bahkan Meledak

Tak hanya itu, karena menggunakan rancangan elektronik dan baterai beraliran listrik, terdapat beberapa kasus yang membuat rokok elektrik bisa terbakar atau bahkan meledak. Cukup banyak pasien yang datang di rumah sakit yang menjadi korban dari ledakan yang disebabkan oleh rokok elektronik ini. Dari ledakan berskala kecil hingga besar sekalipun bisa terjadi karena vape.

Tak selalu saat dipakai, vape yang tengah disimpan dalam kantong celana juga dapat meledak dan terbakar dengan sendirinya. Penyebabnya adalah karena vape terlalu sering dipakai ataupun baterai yang terus mendapatkan aliran listrik tanpa henti meski telah terisi penuh. Penggunaan charger yang tidak asli juga dapat memicu rokok elektrik untuk meledak.

Memang, ada beberapa produsen vape yang menawarkan perlindungan anti panas pada produknya. Namun, hal tersebut tidak membuat rokok elektrik seratus persen aman digunakan dan menghilangkan potensi meledaknya.

Belum lagi kemungkinan adanya kesalahan atau kecacatan produksi sehingga rokok elektrik yang dibeli tidak berfungsi normal. Mengetahui hal tersebut, penggunaan vape yang tidak berlebihan dan menjauhkannya dari bahan metal dan suhu panas harus dilakukan. Dengan begitu, risiko barang tersebut akan meledak saat digunakan menjadi lebih kecil terjadi.

  • Tidak Merokok Adalah Satu-Satunya Cara agar Tubuh Tetap Sehat
    Secara sederhana, baik rokok elektrik maupun rokok tembakau sama-sama memiliki potensi cukup tinggi untuk mengganggu kesehatan tubuh. Ditambah adanya efek adiktif pada rokok jenis apapun yang membuat penggunanya sulit untuk berhenti sehingga tidak menyadari bahwa telah lama menjadi seorang perokok aktif. Untuk itu, bagi Anda yang belum atau berusaha berhenti merokok, bulatkan tekad untuk selalu berusaha menghindari penggunaan barang tersebut.