5 Fakta Kesehatan Mental: Gaya hidup sehat faktanya bukan hanya soal menjaga kebugaran fisik. Kesehatan mental juga harus menjadi prioritas karena dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Umumnya seseorang tidak mampu menjalani hidup sehat jika kondisi mentalnya terganggu. Kesehatan mental sendiri di pengaruhi banyak hal, termasuk jenis kelamin. Dalam hal ini, perempuan memiliki variabel unik yang membuatnya berbeda dengan pria. Di lansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah fakta-fakta kesehatan mental perempuan yang perlu kamu tahu.

5 Fakta Kesehatan Mental Perempuan

1. Perempuan 3 Kali Lebih Berisiko Mengalami Gangguan Mental

Dalam berbagai laporan. di ketahui bahwa perempuan jauh lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan mental. Penyebabnya juga bervariasi, mulai dari faktor ekonomi. stres, kelelahan. Ketidaknyamanan fisik, hingga adanya kekerasan. Berikut hasil penelitian yang di laporkan oleh laman Agenda:

Sekitar 25.7 persen perempuan muda pernah melakukan tindakan self-harm (menyakiti diri sendiri), di mana jumlah tersebut dua kali lebih besar dari kasus yang dilakukan pria.

26 persen perempuan muda diketahui memiliki gangguan mental umum, misalnya kecemasan atau depresi, jumlahnya tiga kali lebih besar dari kasus yang di lakukan pria muda.

16-24 persen perempuan muda memiliki masalah PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), sedangkan kasus pada laki-laki hanya 3,6 persen.

72 persen orang yang melakukan konseling terkait bunuh diri adalah perempuan.
Bunuh diri adalah penyebab kematian ketiga paling tinggi untuk perempuan, dan menjadi penyebab kelima paling banyak untuk pria.

Berdasarkan ulasan di atas, bisa di ketahui bahwa gangguan kesehatan mental menunjukkan dampak lebih berbahaya pada perempuan. Bahkan menurut penelitian dari University of Manchester, 73 persen perempuan berusia 10-19 tahun pernah menyakiti diri sendiri setidaknya sekali. Jumlah ini mungkin akan terus bertambah seiring waktu.

2. Kondisi Mental Perempuan Juga Di pengaruhi Oleh Etnis

Kondisi mental memang di pengaruhi oleh banyak hal, mulai dari faktor ekonomi, situasi bencana/perang, hingga adanya tindak kekerasan. Namun ada fakta mengejutkan bahwa etnis seseorang juga bisa menjadi salah satu penentu kondisi mental. Agenda memaparkan bahwa perempuan Asia, berkulit hitam, atau berasal dari etnis minoritas adalah suku yang paling rentan mengalami depresi karena paling mendapatkan di skriminasi ras (rasisme).

Jika di kaji berdasarkan suku, maka gangguan mental terjadi pada 29 persen perempuan kulit hitam, 24 persen perempuan Asia, dan 29 persen ras campuran. Sementara itu, kasus gangguan mental pada ras kulit putih terjadi sebanyak 21 persen pada perempuan berkulit putih berdarah Inggris, dan 16 persen para kulit putih dari wilayah lainnya.

3. Jumlah Pengidap Gangguan Mental Cukup Mengejutkan

Berdasarkan penelitian yang di lakukan US Office on Women’s Health, 1 dari 5 perempuan di Amerika diketahui memiliki masalah kesehatan mental. Berdasarkan penelitian tersebut, di simpulkan bahwa kondisi ini telah menyerang setidaknya 20 persen perempuan. Sementara menurut WHO, gangguan mental menyerang 1 dari 7 remaja.

Depresi adalah bentuk gangguan mental yang paling sering di temukan pada masyarakat, dalam hal ini perempuan. Dalam data WHO, setidaknya 5 persen orang dewasa mengalami depresi dengan berbagai macam penyebab. Data lainnya menyebutkan bahwa 1 dari 9 orang yang terlibat konflik di ketahui mengalami gangguan mental berat.

4. 75% Gangguan Mental Terjadi pada Usia di Bawah 24 Tahun

 setidaknya 75 persen masalah kesehatan mental terjadi pada perempuan di bawah usia 24 tahun. Dibandingkan pria sebayanya, kelompok usia ini juga berpotensi melakukan tindakan yang lebih berisiko saat berada dalam tekanan mental. Hal ini mungkin menjelaskan kenapa lebih banyak kasus bunuh diri di lakukan perempuan muda.

5. Beberapa Gangguan Mental Hanya Menyerang Perempuan

Sebagian besar orang menilai bahwa kesehatan mental adalah hal yang bersifat universal. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa ada beberapa kondisi yang ternyata hanya menyerang perempuan, antara lain:

PMS (Pramenstual Syndrome), yaitu sifat sensitif yang biasanya muncul saat masa menstruasi.
PMDD (Pramenstraul dysphoric di sorder), yaitu kondisi mirip dengan PMS, namun dalam skala yang lebih parah karena di sertai dengan emosi meledak-ledak, depresi, hingga kecemasan.
Postpartum depression (baby blues), yaitu depresi yang menyerang ibu pasca melahirkan.
Perimenopausal depression, yaitu rasa tidak nyaman, cemas, dan depresi yang di alami saat perempuan dalam fase transisi menuju menopause.

Selain kondisi di atas, ada beberapa gangguan kesehatan mental yang lebih banyak menyerang perempuan ketimbang pria, yaitu depresi berat, gangguan kecemasan (anxiety), PTSD (post traumatic stress disorder), dan gangguan pola makan (misalnya bulimia dan anoreksia).

Itulah beberapa fakta soal kesehatan mental perempuan. Sayangnya, walaupun kondisi ini sangat serius, USC melaporkan bahwa saat ini hanya 40 persen penderita gangguan mental yang mengalami penanganan yang benar. Mengingat pentingnya kesehatan mental, yuk, kita sama-sama menjaganya dengan maksimal!